Info Terbaru

Teknologi PikatNASA dalam Agrokompleks Indonesia

Indonesia sebagai salah satu Negara Agraris di dunia yang mempunyai potensi alam yang melimpah seharusnya mampu menjadikan Indonesia sebagai bangsa mandiri di bidang Agrokompleks (Pertanian - Peternakan - Perikanan). Namun data dan fakta menunjukkan lain. Produktivitas Agrokompleks di Indonesia masih belum mencapai potensi optimumnya. Ada banyak hal yang menyebabkan, salah satunya adalah belum diterapkannya teknologi di bidang Agrokompleks secara lengkap (terpadu) dan intensif.

Salah satu cara untuk menaikan produktivitas Agrokompleks misal di bidang pertanian - perkebunan adalah dengan perluasan lahan/ekstensifikasi. Ekstensifikasi baik untuk dilaksanakan, namun  ketersediaan lahan luas yang benar-benar memenuhi secara teknis (siap ditanami), siap infrastruktur (jalan, pengairan dll) dan siap hukum (tidak bermasalah) tentu perlu waktu dan biaya yang cukup besar. Maka selain Ekstensifikasi hendaknya yang tetap harus terus dijalankan  adalah Intensifikasi (up grade teknologi). Intensifikasi adalah salah satu cara cepat dan relatif lebih murah dibandingkan dengan ekstensifikasi. Bayangkan jika misal intensifikasi bisa dijalankan pada lahan di Indonesia seluas 3 juta ha saja, dengan hasil peningkatan produksi + 30% - 40% saja,  maka sama saja dengan telah dilakukan ekstensifikasi lahan seluas + 1  juta ha.

Secara prinsip pertumbuhan tanaman dan manusia adalah sama. Jika pada manusia untuk bisa menjadi manusia yang tinggi - besar, sehat dan cerdas, maka dari faktor makanan harus dipenuhi 4 sehat 5 sempurna. Demikian juga pada tanaman untuk bisa berproduksi tinggi (tonase panen),  disertai kualitas yang bagus (kandungan, rasa, warna, aroma, ketahanan daya simpan dll) sekaligus menjaga kelestarian alam khususnya kondisi tanah, maka setidaknya harus terpenuhi juga “4 sehat 5 sempurnanya tanaman” yaitu :
  1. Unsur makro & Unsur mikro
  2. Hormon pertumbuhan dan perkembangan
  3. Enzym
  4. Asam-asam Amino &  Asam-asam Organik
  5. Microorganisme yang bermanfaat


Saat ini di Indonesia mayoritas budidaya tanaman hanya diberikan sebatas unsur makro (pupuk NPK) saja, maka wajarlah jika produktivitasnya belum bisa mencapai potensi optimalnya.

Oleh karena itu saat ini tantangannya adalah bagaimana memberikan imputan secara lengkap & intensif dalam bentuk teknologi dengan kriteria diantaranya :
  • Efektif = Kandungan lengkap dengan komposisi tepat yang menghasilkan kualitas bagus untuk peningkatan produktivitas secara kuantitas (tonase) dan kualitas panenan sekaligus menjaga kelestarian (kuantitas - kualitas - kelestarian / K-3).
  • Efisien = Menguntungkan secara ekonomi dengan alternatif pilihan :
  1. Biaya Produksi lebih rendah dari sebelumnya, hasil panen minimal sama bahkan naik.
  2. Biaya Produksi sama dengan sebelumnya, hasil panen meningkat.
  3. Biaya Produksi bertambah, hasil panen meningkat drastis.
  • Tidak merusak lingkungan bahkan harus mampu memperbaiki lingkungan yang rusak.
  • Praktis penggunaannya : Mudah aplikasi & Volume tidak terlalu besar (mobilisasi lebih mudah)
  • Ketersediaan teknologi cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam jumlah yang sangat besar.



PT. Natural Nusantara (NASA) Group, menghasilkan teknologi sesuai  5 prinsip teknologi tersebut diatas dengan istilah PIKAT ( Pengelolaan  Intensif  Kesuburan  Alami  Terpadu ), yang telah diterapkan :
  • Sejak tahun 1997 hingga sekarang,
  • Semua wilayah di Indonesia (juga beberapa Negara lain)
  • Semua komoditas pertanian (pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan)
  • Pada berbagai jenis dan kondisi lahan, baik lahan normal, marginal  hingga lahan kritis
  • Pada berbagai musim baik normal ataupun ekstrim
  • Dengan hasil baik (dokumentasi film dan foto tersedia). 

Jika Teknologi PIKAT ini dapat diterapkan dalam skala luas dan beragam komoditas tanaman di Indonesia,  maka Produksi dan Kualitas panen meningkat, kemandirian pertanian tercipta, dimana pertanian masih merupakan komponen penting, sehingga bangsapun akan lebih makmur lagi. Selain hal tersebut, yang tidak kalah penting adalah dengan penerapan Teknologi PIKAT akan memperbaiki sekaligus menjaga kelestarian lahan untuk tingkat produktivitas yang stabil secara jangka panjang demi anak cucu generasi penerus bangsa.