Info Terbaru

Kilas Balik NASA

Berawal dari sebuah keprihatinan mendalam  umumnya terhadap kondisi ekosistem di muka bumi yang mengalami proses kerusakan akibat pengembangan dan rekayasa kimia dasar dengan dosis dan pengaplikasian yang kurang bijaksana yang diantaranya melanda dunia AGROKOMPLEKS (Pertanian, Peternakan, Perikanan) yang berujung pada manusia pada akhirnya. Secara lebih khusus dan mendalam juga mencermati kondisi dunia AGROKOMPLEKS Di Indonesia dimana aspek yang paling mendasar yaitu Obyek (menyangkut tanaman, ternak, ikan) dan Subyek (menyangkut Pelaku pertanian/petani) yang masih memprihatinkan di semua sisi dimana sesungguhnya begitu besar potensi Indonesia di bidang AGROKOMPLEKS untuk sarana mewujudkan cita-cita kemerdekaan “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN”. Di sisi Obyeknya, aspek Kuantitas - Kualitas -Kelestarian (K-3) produksi Agrokompleks masih jauh dari potensi optimalnya sementara di sisi Subyeknya, aspek Pola pikir - Mental - Motivasi - Keilmuan - Modal juga masih belum mencapai kompetensinya.



Sadar terhadap kondisi tersebut  maka semenjak tahun ‘90an telah dilakukan penelitian dan pengembangan untuk perbaikan lingkungan yang terutama ditujukan untuk aspek obyeknya dahulu yang hingga sekarang telah menghasilkan banyak produk dan teknik budidaya di bidang AGROKOMPLEKS dan teknologi perbaikan/reklamasi lahan-lahan yang rusak atau tercemar yang semuanya berasaskan Back to Nature (Kembali Ke Alam) sesuai agenda 21 hasil Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) BUMI Pertama di bawah panji PBB bertempat di Rio de Janairo.

Teknologi yang telah berhasil dikembangkan di bidang AGROKOMPLEKS meliputi :
  • PERTANIAN : Pupuk Organik (Cair, Padat, Granule, Serbuk), Pembenah Tanah Organik, Hormon Tanaman (ZPT Organik), Pengendali Hama Penyakit Alami dan Benih Unggul
  • PETERNAKAN : Suplemen Nutrisi Ternak dan Unggas
  • PERIKANAN : Suplemen Nutrisi Ikan/udang dan Pembenah lingkungan kolam/tambak
  • LINGKUNGAN HIDUP : Reklamasi lahan rusak dan pengolah limbah
Semua teknologi di atas dikembangkan dengan prinsip K-3 Produksi (Kuantitas-Kualitas-Kontinuitas)  dan telah teruji multi dimensi (multi komoditi, multi lokasi, multi waktu). Multi Komoditi, semua produk telah digunakan untuk berbagai macam komoditi Pertanian (sub.sektor Pangan,  Hortikultura dan Tahunan/Perkebunan), Peternakan (sub.sektor Ternak dan Unggas) dan Perikanan ( Darat dan Payau/Tambak). Multi Lokasi, produk NASA telah digunakan di lahan normal - lahan kritis, dataran rendah - dataran tinggi, lahan basah - lahan kering di semua wilayah Indonesia. Multi Waktu, produk NASA telah teruji lebih dari 15 tahun dimana hasil-hasil yang diperoleh didokumentasikan dalam bentuk Video Compact Disc (VCD) dan Flashdisk (UFD).

Khusus Aspek Kuantitas dan Kontinuitas produk-pupuk organik NASA terjamin ketersediaannya. Deposit 30% bahan baku utama dipergunakan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh Indonesia selama ± 16 ribu tahun, dimana sisanya ( 70 % ) dapat dipergunakan untuk Dunia  guna menunjang Agenda 21 (Back To Nature), karena sepanjang catatan kami, bahan baku utama tersebut mayoritas hanya terdapat di Indonesia.

Pengembangan aspek Subyek (SDM Pertaniannya) dilakukan melalui pola networking sehingga bertahap diharapkan dapat ter-up grade (meningkat) di sisi pola pikir, mental, motivasi, keilmuan dan permodalan dengan cukup efektif, efisien dan cepat.